Yogyakarta, 7 Agustus 2026 — Komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro (FK UM Metro) dalam meningkatkan mutu pengelolaan laboratorium dan kompetensi sumber daya manusia terus diperkuat. Hal tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan laboran FK UM Metro dalam Pelatihan Pengelolaan Laboratorium Pendidikan Kesehatan 2026 yang diselenggarakan oleh UPT Laboratorium Terpadu Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) pada Kamis–Jumat, 6–7 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Siti Moenadjiyah, Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta tersebut mempertemukan para pengelola dan laboran dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pelatihan ini menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas tenaga laboratorium sekaligus memperluas wawasan mengenai pengelolaan laboratorium pendidikan kesehatan yang modern, efektif, efisien, dan berorientasi pada mutu pelayanan.

Keikutsertaan laboran FK UM Metro dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk memastikan bahwa pengelolaan laboratorium senantiasa didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi, sistem penjaminan mutu, serta kebutuhan pembelajaran pendidikan kedokteran yang terus berkembang.

Laboratorium memiliki posisi yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran praktis, laboratorium juga mendukung pelaksanaan penelitian, pengembangan keterampilan, serta berbagai kegiatan akademik lainnya. Oleh karena itu, kualitas pengelolaan laboratorium sangat berkaitan dengan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa dan dosen.

Selama dua hari pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang relevan dengan tantangan pengelolaan laboratorium pendidikan kesehatan saat ini. Salah satu materi yang diberikan adalah “Kupas Tuntas Standar ISO 17025 untuk Laboratorium Modern” yang disampaikan oleh Prof. Sukamta, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya standar mutu dan kompetensi laboratorium dalam mendukung sistem pengelolaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan standar dan sistem mutu menjadi semakin penting dalam pengelolaan laboratorium karena setiap aktivitas perlu dilaksanakan secara terencana, terdokumentasi, konsisten, dan dapat dievaluasi. Wawasan tersebut dapat menjadi referensi bagi laboran FK UM Metro dalam memperkuat sistem kerja serta meningkatkan kualitas pengelolaan fasilitas laboratorium di lingkungan fakultas.

Pelatihan juga menghadirkan Dr. Sulistyaningsih, S.KM., M.H.Kes. yang membawakan materi mengenai integrasi laboratorium dalam penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Materi ini memberikan perspektif bahwa pengelolaan laboratorium perlu ditempatkan sebagai bagian yang terintegrasi dengan proses pencapaian kompetensi mahasiswa.

Dalam pendidikan kedokteran berbasis capaian pembelajaran, laboratorium memiliki peran strategis dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang sesuai dengan kompetensi yang ditargetkan. Karena itu, kesiapan alat, bahan, fasilitas, prosedur, serta pelayanan laboratorium perlu diselaraskan dengan kebutuhan pembelajaran dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Selanjutnya, Dr. Dhesi Ari Astuti, M.Kes. memberikan materi mengenai manajemen laboratorium modern yang efisien dan efektif. Pembahasan ini memberikan penguatan terhadap pentingnya tata kelola laboratorium yang mampu mengoptimalkan sumber daya, baik sumber daya manusia, peralatan, bahan, maupun sarana pendukung lainnya.

Pengelolaan laboratorium yang baik tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga mencakup perencanaan, pengorganisasian, pemeliharaan, pengawasan, keselamatan, dokumentasi, hingga evaluasi penggunaan fasilitas. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting bagi laboran FK UM Metro untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan tata kelola laboratorium secara berkelanjutan.

Aspek pelayanan juga menjadi salah satu perhatian dalam pelatihan. Sinta Maharani, S.Sos., M.I.Kom. menyampaikan materi “Laboran Hebat, Layanan Tepat: Mewujudkan Excellent Service di Laboratorium Pendidikan.” Materi ini menekankan pentingnya pelayanan yang profesional, komunikatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna laboratorium.

Bagi laboran, kemampuan memberikan pelayanan yang baik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme. Interaksi dengan mahasiswa, dosen, peneliti, maupun pengguna laboratorium lainnya membutuhkan komunikasi yang efektif serta pemahaman terhadap kebutuhan pengguna. Dengan pelayanan yang baik, laboratorium diharapkan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih nyaman, tertib, aman, dan mendukung proses akademik secara optimal.

Pelatihan juga memperkenalkan aspek inovasi dan pemanfaatan teknologi melalui materi “Pemanfaatan Portable Thermocycler sebagai Instrumen Rapid On-Site Molecular Detection” yang disampaikan oleh Arif Bimantara, S.Pd.I., M.Biotech. Materi tersebut memberikan wawasan kepada peserta mengenai perkembangan teknologi pemeriksaan molekuler yang semakin praktis dan dapat mendukung kebutuhan kegiatan laboratorium.

Tidak kalah menarik, peserta juga mendapatkan materi mengenai inovasi phantom simulasi low-cost, yang disampaikan oleh Olivia Desi Hapsari, AMF. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sarana pembelajaran tidak selalu harus bergantung pada perangkat dengan biaya tinggi. Kreativitas dalam mengembangkan media simulasi dapat menjadi alternatif untuk mendukung pembelajaran keterampilan dengan tetap memperhatikan fungsi, keamanan, dan efektivitas penggunaannya.

Berbagai materi tersebut memberikan pengalaman yang komprehensif bagi peserta karena mencakup standar mutu, kurikulum OBE, manajemen laboratorium, pelayanan pengguna, teknologi laboratorium, hingga inovasi media pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan laboratorium pendidikan kesehatan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada aspek teknis penggunaan alat.

Bagi FK UM Metro, keikutsertaan laboran dalam pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi individu, tetapi dapat memberikan dampak terhadap penguatan sistem pengelolaan laboratorium di tingkat fakultas. Pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bahan untuk melakukan evaluasi, penyempurnaan prosedur kerja, peningkatan pelayanan, serta pengembangan inovasi dalam mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian.

Selain memperoleh pengetahuan baru, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi laboran FK UM Metro untuk membangun jejaring profesional dengan laboran dan pengelola laboratorium dari berbagai institusi pendidikan kesehatan. Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam menemukan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi laboratorium, sekaligus membuka peluang untuk mengadopsi praktik-praktik baik yang telah diterapkan di institusi lain.

Keikutsertaan dalam kegiatan ini juga mencerminkan komitmen FK UM Metro terhadap pengembangan kompetensi tenaga kependidikan secara berkelanjutan. Peningkatan kompetensi laboran menjadi salah satu investasi penting dalam mendukung mutu pendidikan kedokteran, mengingat laboran memiliki peran langsung dalam memastikan kesiapan laboratorium untuk berbagai kegiatan praktikum dan pembelajaran mahasiswa.

Dengan adanya peningkatan kompetensi tersebut, laboran FK UM Metro diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, mulai dari pengelolaan alat dan bahan, pemeliharaan fasilitas, penerapan prosedur operasional, pelayanan kepada pengguna, hingga mendukung pelaksanaan praktikum yang aman dan efektif.

Melalui kegiatan Pelatihan Pengelolaan Laboratorium Pendidikan Kesehatan 2026, FK UM Metro terus memperkuat langkah dalam membangun tata kelola laboratorium yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Laboratorium bukan sekadar ruang praktikum, tetapi merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan kedokteran yang harus dikelola secara modern, aman, efektif, dan berkelanjutan.

Ke depan, hasil pembelajaran dari pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses peningkatan mutu berkelanjutan di FK UM Metro, sehingga pengelolaan laboratorium semakin mampu mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa dan dosen.

Dengan SDM laboratorium yang terus berkembang, FK UM Metro berkomitmen menghadirkan laboratorium pendidikan kedokteran yang semakin berkualitas, profesional, inovatif, dan siap menjawab tuntutan pendidikan kesehatan di masa depan.