Mahasiswa Semester 2 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Metro melaksanakan kegiatan praktikum fisiologi dalam rangka pembelajaran Blok 5 Sistem Genitourinaria dan Reproduksi pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan praktikum yang berlangsung di laboratorium FK UM Metro ini dibimbing langsung oleh dosen pengampu, dr. Kabir Ardiansyah, M.Biomed.
Praktikum fisiologi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai fungsi serta mekanisme kerja organ-organ dalam sistem genitourinaria dan reproduksi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengaitkan konsep teori yang telah dipelajari di kelas dengan pengamatan serta kegiatan praktis di laboratorium.
Dalam kegiatan praktikum tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan dengan pemeriksaan analisis semen sebagai salah satu metode pemeriksaan laboratorium yang berkaitan dengan sistem reproduksi pria. Mahasiswa mempelajari prinsip dasar analisis semen serta parameter yang umumnya diamati dalam pemeriksaan tersebut, seperti jumlah, motilitas, dan morfologi sperma. Melalui pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami keterkaitan antara kondisi fisiologis sistem reproduksi dengan hasil pemeriksaan laboratorium.

dr. Kabir Ardiansyah, M.Biomed. memberikan penjelasan serta arahan kepada mahasiswa mengenai prinsip-prinsip fisiologi yang mendasari fungsi sistem genitourinaria dan reproduksi. Selain itu, beliau juga membimbing mahasiswa dalam memahami tahapan praktikum serta mendorong diskusi aktif agar mahasiswa dapat lebih mendalami materi yang dipelajari.
Kegiatan praktikum berlangsung secara interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang tinggi dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait materi yang dibahas selama praktikum berlangsung.
Melalui kegiatan praktikum fisiologi ini, Fakultas Kedokteran UM Metro terus berkomitmen untuk menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sistem genitourinaria dan reproduksi sebagai bagian penting dalam pendidikan kedokteran.