Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro (FK UM Metro) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui keberhasilan mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026. Tim mahasiswa FK UM Metro berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang diselenggarakan oleh Belmawa Kemdiktisaintek Tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa FK UM Metro dalam mengembangkan inovasi riset berbasis ilmu pengetahuan dan pemanfaatan bahan alam yang memiliki potensi besar di bidang kesehatan.

Tim PKM FK UM Metro tersebut diketuai oleh Hayu Salma My Bittang, mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran dengan nomor induk mahasiswa 24940018. Dalam pelaksanaan penelitian, Hayu bekerja bersama dua anggota tim lainnya, yaitu Yasminel Husna Jaida (24940019) dan Lira Azhara (24940020). Seluruh proses penyusunan proposal hingga persiapan penelitian didampingi langsung oleh dosen pembimbing, dr. Zulaika Nur Afifah, S.Ked., M.Kes.

Proposal penelitian yang berhasil memperoleh pendanaan nasional tersebut mengangkat judul “Karakterisasi Hidrokolloid Acne Patch Berbasis Kitosan dengan Ekstrak Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) sebagai Antibakteri terhadap Cutibacterium acnes.” Penelitian ini hadir sebagai bentuk inovasi dalam pengembangan produk kesehatan kulit berbahan alami yang memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai guna tinggi.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka permasalahan jerawat yang masih menjadi salah satu gangguan kulit paling umum, khususnya pada remaja dan dewasa muda. Salah satu faktor utama penyebab jerawat adalah pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes pada kulit. Penggunaan produk anti jerawat berbahan kimia dalam jangka panjang sering kali menimbulkan efek samping seperti iritasi, kulit kering, hingga resistensi bakteri. Oleh karena itu, diperlukan inovasi alternatif yang lebih aman, ramah lingkungan, dan berbahan alami.

Melalui penelitian ini, tim PKM FK UM Metro mengembangkan acne patch berbasis hidrokolloid yang menggunakan kitosan sebagai bahan utama. Kitosan merupakan senyawa biopolimer alami yang dikenal memiliki sifat antibakteri, biokompatibel, biodegradable, serta mampu membantu proses penyembuhan luka. Penggunaan kitosan dalam acne patch diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perlindungan area jerawat sekaligus membantu mempercepat proses penyembuhan kulit.

Tidak hanya itu, penelitian ini juga memanfaatkan ekstrak limbah kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) sebagai bahan aktif antibakteri. Kulit pisang kepok dipilih karena memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap berbagai mikroorganisme. Selama ini, limbah kulit pisang sering kali hanya dibuang dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, potensi kandungan bioaktif di dalamnya sangat besar untuk dikembangkan dalam bidang kesehatan dan farmasi.

Dalam penelitian tersebut, tim akan melakukan berbagai tahapan ilmiah mulai dari proses ekstraksi kulit pisang kepok, formulasi acne patch berbasis hidrokolloid, hingga karakterisasi fisik dan kimia produk. Selain itu, penelitian juga mencakup pengujian aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes guna mengetahui efektivitas produk yang dikembangkan. Melalui proses karakterisasi tersebut, diharapkan diperoleh produk acne patch yang memiliki daya rekat baik, fleksibilitas optimal, kemampuan menyerap eksudat, serta aktivitas antibakteri yang efektif.

Keberhasilan lolos pendanaan PKM-RE 2026 tentu bukan hal yang mudah. Program Kreativitas Mahasiswa merupakan salah satu program kompetitif nasional yang diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setiap proposal harus melalui proses seleksi ketat berdasarkan aspek inovasi, urgensi penelitian, manfaat ilmiah, metodologi penelitian, kelayakan pelaksanaan, hingga potensi keberlanjutan hasil riset. Lolosnya proposal tim FK UM Metro menunjukkan bahwa kualitas penelitian mahasiswa mampu bersaing secara nasional.

Ketua tim, Hayu Salma My Bittang, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim dalam menyusun proposal penelitian serta dukungan penuh dari dosen pembimbing dan institusi fakultas. Menurutnya, penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi karya ilmiah semata, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam dan pengelolaan limbah organik yang lebih bermanfaat.

Dosen pendamping, dr. Zulaika Nur Afifah, S.Ked., M.Kes juga memberikan apresiasi terhadap semangat dan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan penelitian inovatif. Beliau menilai bahwa mahasiswa FK UM Metro memiliki potensi besar dalam bidang riset, terutama dalam mengintegrasikan ilmu kedokteran dengan pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyusunan proposal, tetapi juga pembentukan pola pikir ilmiah, kemampuan analisis, serta pengembangan solusi berbasis evidence-based research.

Prestasi ini sekaligus menjadi wujud implementasi semangat “Kampus Berdampak” yang terus digaungkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui program PKM, mahasiswa didorong untuk aktif menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai permasalahan di masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan multidisiplin. Program ini juga menjadi sarana penting dalam membangun budaya riset di kalangan mahasiswa sejak dini.

Selain memberikan pengalaman penelitian, keterlibatan mahasiswa dalam PKM juga melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, manajemen waktu, kerja sama tim, hingga kemampuan problem solving. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia akademik maupun profesional di masa depan.

Fakultas Kedokteran UM Metro terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa dalam bidang akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, pendampingan proposal, pelatihan karya ilmiah, hingga fasilitasi kompetisi tingkat nasional. Dengan adanya capaian ini, FK UM Metro berharap semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk aktif berinovasi dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat luas.

Keberhasilan tim PKM FK UM Metro dalam meraih pendanaan PKM Riset Eksakta Belmawa Kemdiktisaintek Tahun 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan, FK UM Metro optimis dapat terus mencetak generasi muda yang unggul, kreatif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan kesehatan Indonesia.