
Laboratorium Anatomi merupakan fasilitas pembelajaran Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) yang disediakan untuk mendukung proses pendidikan mahasiswa dalam mempelajari struktur dan susunan tubuh manusia. Laboratorium ini menjadi sarana pembelajaran praktis yang membantu mahasiswa memahami anatomi tubuh melalui kegiatan observasi, identifikasi, dan analisis berbagai struktur tubuh manusia secara langsung.
Sebagai bagian dari fasilitas pendidikan kedokteran, Laboratorium Anatomi digunakan dalam kegiatan praktikum yang mencakup pembelajaran anatomi sistem organ, pengenalan struktur tubuh manusia, serta kajian hubungan antarbagian tubuh yang berkaitan dengan fungsi dan penerapan klinis. Dalam mendukung proses pembelajaran tersebut, Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran UM Metro terdiri atas Laboratorium Anatomi Kering (Dry Laboratory) dan Laboratorium Anatomi Basah (Wet Laboratory) yang memiliki fungsi saling melengkapi dalam menunjang pembelajaran anatomi secara komprehensif.
1. Laboratorium Anatomi Kering (Dry Laboratory)
Laboratorium Anatomi Kering merupakan ruang pembelajaran yang digunakan untuk kegiatan praktikum anatomi menggunakan media dan model anatomi tanpa penggunaan jaringan biologis basah. Kegiatan pembelajaran di laboratorium ini meliputi pengenalan dan identifikasi struktur tubuh manusia melalui model anatomi, preparat kering, gambar atau media visual anatomi, serta berbagai perangkat pembelajaran lainnya. Laboratorium ini mendukung mahasiswa dalam memahami anatomi secara sistematis, mulai dari struktur tubuh secara umum hingga hubungan antarbagiannya.
2. Laboratorium Anatomi Basah (Wet Laboratory)
Laboratorium Anatomi Basah merupakan fasilitas yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran anatomi berbasis spesimen dan jaringan biologis. Laboratorium ini dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan dan pengelolaan cadaver serta preparat anatomi yang digunakan sebagai media pembelajaran utama. Kegiatan praktikum meliputi observasi, identifikasi, dan analisis struktur anatomi secara langsung sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai bentuk, posisi, hubungan, dan karakteristik struktur tubuh manusia.
Sarana pendukung yang tersedia di Laboratorium Anatomi meliputi meja dan perlengkapan praktikum, meja diseksi, model dan media pembelajaran anatomi, preparat anatomi, perangkat pengamatan, peralatan pendukung praktikum, serta ruang penyimpanan cadaver. Khusus pada Laboratorium Anatomi Basah, fasilitas penyimpanan dan pengelolaan cadaver disiapkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran anatomi berbasis spesimen secara aman dan terkontrol.
Pembagian Laboratorium Anatomi menjadi Laboratorium Anatomi Kering dan Laboratorium Anatomi Basah diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih terstruktur dan komprehensif kepada mahasiswa. Laboratorium Anatomi Kering mendukung pembelajaran melalui media dan model anatomi, sedangkan Laboratorium Anatomi Basah memberikan pengalaman pembelajaran berbasis spesimen secara langsung. Kedua fasilitas tersebut saling melengkapi dalam membangun pemahaman mahasiswa terhadap struktur dan hubungan anatomi tubuh manusia serta keterkaitannya dengan fungsi dan penerapan klinis.
Seluruh fasilitas Laboratorium Anatomi ditata dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan kelancaran kegiatan akademik, sehingga dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran UM Metro.

Laboratorium Mikrobiologi-Parasitologi merupakan salah satu fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran praktikum mahasiswa Fakultas Kedokteran UM Metro, khususnya dalam bidang ilmu mikrobiologi dan parasitologi. Laboratorium ini berfungsi sebagai ruang pembelajaran berbasis praktik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami karakteristik, identifikasi, serta mekanisme infeksi yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme dan parasit.
Ruang laboratorium ini digunakan untuk berbagai kegiatan praktikum, antara lain pengamatan mikroskopis, identifikasi mikroorganisme, pemeriksaan preparat, serta pembelajaran mengenai agen infeksius yang berhubungan dengan penyakit pada manusia. Melalui kegiatan praktikum di laboratorium ini, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan dasar pemeriksaan laboratorium serta memahami keterkaitan antara mikroorganisme, parasit, dan proses terjadinya penyakit.
Laboratorium Mikrobiologi-Parasitologi dilengkapi dengan sarana pendukung kegiatan praktikum berupa meja kerja laboratorium, area pengamatan, mikroskop, peralatan pemeriksaan laboratorium, serta fasilitas pendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna. Penataan ruang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif dengan memperhatikan aspek keamanan kerja laboratorium.
Keberadaan Laboratorium Mikrobiologi-Parasitologi menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran UM Metro, terutama dalam memahami dasar ilmu penyakit infeksi, proses diagnosis laboratorium, serta penerapan prinsip mikrobiologi dan parasitologi dalam bidang kedokteran.

Laboratorium Farmakologi–Biologi Molekuler merupakan fasilitas pembelajaran Fakultas Kedokteran UM Metro yang digunakan untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa dalam memahami mekanisme kerja obat serta proses biologis pada tingkat molekuler. Laboratorium ini menjadi sarana pembelajaran yang mengintegrasikan bidang farmakologi dan biologi molekuler sebagai dasar pemahaman mengenai interaksi obat, respons tubuh terhadap terapi, serta proses molekuler yang berhubungan dengan fungsi dan gangguan sistem biologis manusia.
Kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium ini meliputi pembelajaran mengenai prinsip kerja obat, pengenalan efek farmakologis suatu zat, analisis mekanisme molekuler, serta kegiatan praktikum yang berkaitan dengan struktur dan fungsi molekul biologis. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memahami hubungan antara proses molekuler dalam tubuh dengan mekanisme penyakit maupun penggunaan terapi secara rasional dalam praktik kedokteran.
Laboratorium Farmakologi–Biologi Molekuler dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung praktikum berupa meja kerja laboratorium, peralatan pengamatan dan analisis, perangkat pembelajaran biologi molekuler, serta perlengkapan pendukung kegiatan praktikum. Fasilitas yang tersedia dirancang untuk menunjang kegiatan pembelajaran berbasis eksperimen dengan memperhatikan aspek keamanan, ketelitian, dan kenyamanan pengguna.
Keberadaan Laboratorium Farmakologi–Biologi Molekuler berperan dalam menunjang kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran UM Metro, khususnya dalam memahami dasar-dasar farmakologi, mekanisme kerja obat, serta proses biologis tingkat molekuler yang menjadi landasan dalam pengembangan ilmu kedokteran.

Laboratorium Biokimia–Patologi Klinik (FK) merupakan fasilitas pembelajaran Fakultas Kedokteran UM Metro yang mendukung proses pembelajaran mahasiswa dalam memahami proses biokimia tubuh serta pemeriksaan laboratorium klinis. Laboratorium ini digunakan untuk mengintegrasikan konsep dasar biokimia dengan penerapannya dalam menunjang diagnosis, pemantauan, dan evaluasi kondisi kesehatan.
Kegiatan pembelajaran meliputi praktikum mengenai analisis biomolekul, enzim, metabolisme, elektrolit, fungsi organ, serta pemeriksaan parameter darah dan cairan tubuh. Mahasiswa juga dilatih memahami prinsip pemeriksaan laboratorium, penggunaan alat dan bahan, pengambilan serta penanganan spesimen, interpretasi hasil pemeriksaan, dan penerapan keselamatan serta standar kerja laboratorium.
Laboratorium ini menjadi salah satu sarana penting dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, kemampuan analitis, ketelitian, dan pemahaman klinis sebagai bagian dari kompetensi pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro.

Laboratorium Histologi–Patologi Anatomi (PA) merupakan salah satu fasilitas pembelajaran Fakultas Kedokteran UM Metro yang digunakan untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa dalam mempelajari struktur jaringan tubuh serta perubahan patologis yang terjadi akibat suatu penyakit. Laboratorium ini mengintegrasikan bidang ilmu histologi dan patologi anatomi sebagai dasar pemahaman mengenai gambaran mikroskopis jaringan normal maupun jaringan yang mengalami kelainan.
Laboratorium ini digunakan untuk berbagai kegiatan praktikum, meliputi pengamatan preparat jaringan menggunakan mikroskop, identifikasi struktur histologis organ tubuh, serta pembelajaran mengenai perubahan morfologi jaringan pada kondisi patologis. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memahami hubungan antara struktur jaringan dengan fungsi organ serta mekanisme terjadinya perubahan akibat penyakit.
Laboratorium Histologi–Patologi Anatomi dilengkapi dengan sarana pendukung kegiatan praktikum berupa meja kerja laboratorium, mikroskop, preparat histologi dan patologi anatomi, perangkat pengamatan, serta perlengkapan pendukung kegiatan praktikum lainnya. Fasilitas tersebut dirancang untuk menunjang proses pembelajaran berbasis pengamatan mikroskopis secara efektif dan sistematis.
Keberadaan Laboratorium Histologi–Patologi Anatomi menjadi fasilitas penting dalam mendukung kompetensi mahasiswa Fakultas Kedokteran UM Metro, khususnya dalam memahami dasar-dasar ilmu jaringan tubuh, proses penyakit, serta keterkaitannya dengan diagnosis dan praktik kedokteran klinis.

Perpustakaan di gedung dr Soetomo merupakan fasilitas penunjang akademik yang digunakan secara bersama oleh sivitas akademika Fakultas Kedokteran dan lingkungan FIKES UM Metro. Perpustakaan ini berfungsi sebagai pusat sumber belajar yang menyediakan berbagai referensi ilmiah untuk mendukung kegiatan pendidikan, pembelajaran, penelitian, dan pengembangan keilmuan di bidang kedokteran serta ilmu kesehatan.
Koleksi perpustakaan didominasi oleh buku-buku bidang kedokteran dan ilmu kesehatan, meliputi referensi anatomi, fisiologi, biokimia, farmakologi, patologi, mikrobiologi, ilmu klinis, serta berbagai literatur pendukung lainnya yang menunjang kebutuhan akademik mahasiswa dan dosen.
Perpustakaan dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa rak-rak penyimpanan koleksi buku, area baca, 4 set meja belajar bersama, serta perangkat proyektor. Keberadaan proyektor mendukung kegiatan pembelajaran mandiri, diskusi kelompok, presentasi, dan kegiatan akademik lainnya sehingga ruang perpustakaan dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi dan diskusi ilmiah.
Area meja belajar bersama memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar kelompok, membahas materi perkuliahan, serta melaksanakan diskusi akademik dengan dukungan media visual melalui fasilitas proyektor yang tersedia. Penataan ruang dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, kondusif, dan mendukung interaksi akademik.
Keberadaan Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan menjadi bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran mahasiswa dengan menyediakan sumber informasi ilmiah serta fasilitas pendukung yang mampu meningkatkan efektivitas kegiatan akademik di lingkungan Fakultas Kedokteran UM Metro.

Ruang Auditorium/Mini Teater merupakan fasilitas penunjang akademik Fakultas Kedokteran UM Metro yang digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan seperti kuliah umum, seminar, diskusi ilmiah, presentasi, pemaparan materi pembelajaran, serta kegiatan institusi lainnya yang membutuhkan kapasitas ruang besar.
Ruangan ini memiliki kapasitas hingga ±180 orang dengan konsep desain ruang teater modern. Tata letak tempat duduk menggunakan sistem bertingkat (tiered seating) seperti ruang bioskop, sehingga memberikan sudut pandang yang lebih optimal bagi seluruh peserta terhadap area depan ruangan. Desain tersebut memberikan kenyamanan bagi pengguna selama mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam durasi panjang.
Ruang Auditorium/ Mini Teater dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa sistem pendingin udara terpusat (AC Central), serta layar LED/ display berukuran besar yang digunakan untuk menampilkan materi presentasi, video pembelajaran, maupun berbagai tayangan multimedia. Dukungan fasilitas audio visual tersebut memungkinkan pelaksanaan kegiatan akademik dan kelembagaan berjalan secara efektif dan interaktif.
Dengan kapasitas yang besar, desain ruang yang nyaman, serta dukungan teknologi multimedia yang lengkap, Ruang Auditorium/Mini Teater menjadi salah satu fasilitas unggulan Fakultas Kedokteran UM Metro dalam menunjang kegiatan pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, serta aktivitas akademik lainnya.

Laboratorium CBT (Computer Based Test) merupakan fasilitas penunjang akademik Fakultas Kedokteran UM Metro yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan evaluasi pembelajaran berbasis komputer. Laboratorium ini dirancang sebagai ruang ujian digital yang memungkinkan pelaksanaan asesmen mahasiswa secara terstruktur, efektif, dan terintegrasi dengan dukungan teknologi informasi.
Laboratorium CBT memiliki kapasitas hingga ±55 mahasiswa dalam satu sesi pelaksanaan ujian. Tata ruang laboratorium disusun dengan penempatan perangkat komputer secara sistematis untuk memberikan kenyamanan peserta, menjaga konsentrasi selama ujian berlangsung, serta mendukung kelancaran proses evaluasi berbasis komputer.

Ruang Skills Lab merupakan fasilitas pembelajaran keterampilan klinis Fakultas Kedokteran UM Metro yang digunakan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam melakukan berbagai prosedur medis sebelum memasuki tahap pembelajaran klinik. Ruangan ini dirancang dengan konsep simulasi lingkungan pelayanan kesehatan sehingga mahasiswa dapat mempraktikkan keterampilan pemeriksaan dan tindakan medis dalam suasana yang menyerupai kondisi klinis sebenarnya.
Fasilitas Skills Lab terdiri dari 6 ruang praktik keterampilan klinis, dengan setiap ruang memiliki kapasitas penggunaan hingga ±10 mahasiswa dalam satu sesi pembelajaran. Pengaturan kapasitas tersebut memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara efektif dengan metode praktik langsung, demonstrasi, serta pendampingan oleh dosen atau instruktur.
Setiap ruang Skills Lab dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa set meja dan kursi dokter, bed pasien, wastafel, perangkat pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV), serta perlengkapan penunjang praktik klinis lainnya. Ruangan juga dilengkapi dengan 10 set meja dan kursi lipat mahasiswa yang digunakan untuk kegiatan diskusi, pengarahan, pencatatan hasil pengamatan, maupun pembelajaran sebelum dan setelah praktik.
Konsep ruang yang menyerupai lingkungan klinik memungkinkan mahasiswa melakukan simulasi berbagai keterampilan dasar kedokteran, seperti komunikasi klinis, pemeriksaan fisik, pengukuran tanda vital, serta prosedur pelayanan medis lainnya. Fasilitas yang tersedia mendukung pembelajaran berbasis kompetensi dengan mengutamakan pengalaman praktik langsung.
Keberadaan Ruang Skills Lab menjadi salah satu fasilitas utama Fakultas Kedokteran UM Metro dalam mendukung pencapaian kompetensi klinis mahasiswa melalui pembelajaran simulasi yang terstruktur, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan kedokteran modern.

Ruang Tutorial merupakan fasilitas pembelajaran Fakultas Kedokteran UM Metro yang disediakan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis diskusi kelompok, khususnya metode Problem Based Learning (PBL) dan kegiatan akademik yang membutuhkan interaksi aktif antara mahasiswa dan dosen tutor. Ruangan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, komunikatif, dan mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Fasilitas Ruang Tutorial terdiri dari 6 ruang tutorial yang masing-masing digunakan sebagai ruang diskusi kelompok mahasiswa. Setiap ruangan memiliki pengaturan ruang yang mendukung proses pembelajaran dalam kelompok kecil dengan suasana yang kondusif untuk kegiatan analisis kasus, diskusi ilmiah, serta pemecahan masalah dengan pendampingan dosen tutor.
Setiap Ruang Tutorial dilengkapi dengan 1 set meja diskusi utama dan 10 kursi mahasiswa yang disusun untuk mendukung aktivitas diskusi kelompok. Selain itu, tersedia 1 set meja dan kursi dosen/tutor sebagai fasilitas pendampingan selama proses tutorial berlangsung.
Untuk menunjang kegiatan pembelajaran, ruang tutorial dilengkapi dengan fasilitas multimedia berupa LCD display untuk presentasi, papan tulis spidol (white board), serta fasilitas pendukung lainnya yang digunakan dalam penyampaian materi, pencatatan hasil diskusi, dan presentasi kelompok. Ruangan juga dilengkapi dengan sistem pendingin udara (AC) serta wastafel untuk mendukung kenyamanan dan kebersihan pengguna.
Dengan tersedianya 6 ruang tutorial, Fakultas Kedokteran UM Metro mampu mendukung pelaksanaan pembelajaran kelompok secara efektif, terutama dalam penerapan metode student centered learning yang menekankan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah klinis.